Apa itu KATAKOMBE

Discussion in 'Info Lokasi Ziarah' started by mod#1, Feb 10, 2017.

Tags:
  1. mod#1

    mod#1 Moderator Staff Member

    APA ITU "KATAKOMBE"? Bentuknya mirip sebuah gua besar dengan banyak lorong. Pada dindingnya terdapat ceruk-ceruk yang disebut Loculi. Di tiap dinding ada sekitar 20-30 ceruk dari atas ke bawah. Ceruk-ceruk itu tempat meletakkan jenazah umat beriman. Setiap ceruk bisa diisi 2-3 jenazah, lalu ditutup dengan batu atau marmer. Pada umumnya yang dimakamkan di katakombe adalah jemaat Kristiani pertama. Mereka dianiaya atau dibunuh karena membela ajaran Kristiani. Katakombe tidak hanya terdapat di Roma, tetapi juga di Malta, Afrika Utara, Asia Kecil, dan beberapa kota di Eropa Selatan seperti Paris dan Trier.

    Katakombe sendiri semula adalah makam bawah tanah; pernah menjadi tempat pengungsian dan persembunyian jemaat Kristen yang dianiaya. Mereka mengungsi ke dalam katakombe untuk bersatu hati, berdoa, dan menghibur satu sama lain. Suasana mencekam dan menakutkan berubah menjadi suasana teduh dan menentramkan saat mereka berkumpul. Mereka juga yakin bahwa banyak jenazah martir yang dikuburkan di katakombe bisa memberikan peneguhan rohani kepada mereka. Itu terjadi terutama pada abad kedua, pada masa pemerintahan Kaisar Valerianus yang melarang ibadat-ibadat Kristen. Di katakombe itu jemaat Kristen berkumpul untuk melaksanakan ibadat dan merayakan Ekaristi bersama.

    Setelah ditandatanganinya Edikta Milano, maka agama Kristen menjadi agama negara dan Kristen pun mulai berkembang dengan leluasa. Tetapi sekitar abad ketujuh terjadi penjarahan besar-besaran oleh suku bangsa Langobard dan suku bangsa barbarian lainnya. Mereka menjarah peralatan peribadatan dan merusak katakombe-katakombe. Akibatnya banyak jenazah martir yang hilang, meski ada juga yang masih bisa diselamatkan dan dipindahkan ke tempat yang lebih aman. Sejak itu katakombe kembali menjadi tempat yang kosong, sunyi, dan gelap tak terurus sampai abad keenambelas. Penggalian purbakala yang dilakukan sekitar abad ketujuhbelas menemukan kembali reruntuhan katakombe, simbol, relief, ikon yang pernah digunakan jemaat Kristen awali sebagai bahasa sandi saat dalam pengajaran.

    Disadur dari : www.yesaya.indocell.net
     

Share This Page